Pages

Ads 468x60px

About Me

Tri Anisca Dillyana
Just an ordinary girl and love cake!
Lihat profil lengkapku

About Me

Just an ordinary girl and love cake!

Rabu, 30 November 2011

Persalinan


Persalinan ialah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. Macam-macam persalinan:
a.       Persalinan spontan
Persalinan ini berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.
b.      Persalinan buatan
Persalina dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi dengan Forceps, atau dilakukan operasi Sectio Caesarea.
c.       Persalinan Anjuran
Pada umumnya persalina ini terjadi bila bayi sudah cukup besar untuk hidup di luar, tetapi tidak sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan dalam persalinan.
Kadang-kadang persalinan tidak mulai dengan sendirinya tetapi berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.
Persalinan ialah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. Macam-macam persalinan:
a.       Persalinan spontan
Persalinan ini berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri dan melalui jalan lahir.
b.      Persalinan buatan
Persalina dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstraksi dengan Forceps, atau dilakukan operasi Sectio Caesarea.
c.       Persalinan Anjuran
Pada umumnya persalina ini terjadi bila bayi sudah cukup besar untuk hidup di luar, tetapi tidak sedemikian besarnya sehingga menimbulkan kesulitan dalam persalinan.
Kadang-kadang persalinan tidak mulai dengan sendirinya tetapi berlangsung setelah pemecahan ketuban, pemberian pitocin atau prostaglandin.

Kala II (Pengeluaran Janin) : 
- His terkordinir, kuat, cepat dan lebih lama
- Ada rasa mengedan seperti BAB
- Pada primi : 1 ½ – 2 jam , Multi : ½ – 1 jam
Saat ini, his sudah terasa sangat kuat, lebih sering, dan lebih lama ketimbang sebelumnya. Ibu akan merasakan keinginan mengejan yang sangat kuat dan tidak lagi bisa ditahan. Dokter atau bidan akan mulai memimpin ibu meneran. Caranya, ibu dalam posisi berbaraing terlentang atau miring ke samping, kedua lengan merangkul kedua lipat lutut, kepala dan mata melihat ke arah perut. Seiring munculnya his, ibu meneran/mengedan sekuat-kuatnya, dan dihentikan/istirahat saat his berhenti. Dengan tenaga mengejan ini, janin perlahan-lahan didorong keluar dari rahim hingga kepalanya mulai tampak di mulut jalan lahir. Kadang-kadang, agar persalinan lebih lancar, dokter perlu melakukan episiotomi (memperlebar jalan lahir dengan cara digunting). Perlahan seiring tenaga mengejan ibu, kepala janin akan dilahirkan, yang segera disusul badan dan anggota badan. Setelah lahir seluruhnya, tali pusat akan dipotong. Setelah itu, bayi segera dikeringkan dan dihangatkan, serta diperiksa (pernafasan, warna kulit, detak jantung, tangisan dan gerakannya) untuk memastikan bayi dalam keadaan sehat. 
Kala III(Pengeluaran Plasenta) : 
- Uterus teraba keras , TFU setinggi pusat
- Proses 5 – 30 menit5-30 menit setelah bayi lahir, rahim akan berkontraksi (terasa sakit). Rasa sakit ini biasanya menandakan lepasnya plasenta dari perlekatannya di rahim. Pelepasan ini biasanya disertai perdarahan baru. Setelah itu, plasenta akan keluar (dilahirkan) lewat jalan lahir, baik secara otomatis maupun dengna bantuan dokter/bidan. Setelah itu plasenta akan diperiksa guna memastikan sudah lahir lengkap (jika masih ada jaringan plasenta yang tertinggal dalam rahim, bisa terjadi perdarahan).

Kala IV(1-2 jam setelah pengeluaran uri) : 
- Pengawasan 1 – 2 jam
- Awas perdarahan post partum
- Darah < 500 cc , jika > 500 cc disebut PPH ( Post Partum Haemorrhagic )
Setelah persalinan selesai dan plasenta sudah dilahirkan, ibu biasanya masih beristirahat di ruang persalinan hingga 1-2 jam setelah melahirkan. Gunanya agar dokter/bidan bisa mengawasi kondisi ibu agar tidak timbul komplikasi seperti perdarahan pasca persalinan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar